Posted on

AKURAT.CO,  Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta menstabilkan harga minyak goreng.

Desakan itu disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) Bintang Wahyu Saputra.

“Minyak goreng sekarang dikeluhkan masyarakat, banyak yang menjerit bukan hanya langka, tetapi karena harganya mahal, Presiden Jokowi harus selesaikan ini segera sebelum Ramadhan,” ujar Bintang Wahyu Saputra kepada wartawan di Jakarta, Jumat (25/3/2022).

Menurutnya hal itu merupakan kewajiban pemerintah didasarkan atas perintah Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan.

“Stabilitas pangan termasuk minyak goreng, ini tanggung jawab pemerintah, harus dimengerti Itu perintah Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan loh,” ujar Bintang Wahyu Saputra.

Bintang secara tegas menyarankan pemerintah untuk menghentikan segala bentuk kegiatan ekspor yang berkaitan dengan minyak goreng.

“Ini kita ngapain ekspor sih? Wong di dalam negeri masih terjadi kelangkaan, bahkan harga mahal. Harus dihentikan dong kegiatan ekspor yang berkaitan dengan minyak goreng,” tegas Bintang.

Bintang menyampaikan jika pemerintah tidak segera atasi kelangkaan dan tingginya harga minyak goreng, organisasinya akan menggerakkan people power.

“Minyak goreng itu kebutuhan utama rakyat, masalah dapur rakyat ini, ini memperihatinkan, harus segera selesai. Jika tidak, saya akan gerakan massa, instruksikan organisasi bergerak secara besar-besaran pada 29 provinsi 117 kabupaten.” Papar Bintang.

Lebih lanjut, Bintang mengatakan seluruh pihak komponen bangsa baik legislatif maupun eksekutif untuk fokus menyelesaikan kelangkaan dan tingginya harga minyak goreng, bukan fokus terhadap pemilu.

“Tolong urusi rakyat, tolong selesaikan masalah yang membuat rakyat menjerit, utamakan rakyat terlebih dahulu dong, saya heran dengan pihak-pihak yang justru terus menerus bicara tentang kekuasaan,” pungkas Bintang.

sumber: akurat.co