Posted on
MUTIARA-MUTIARA ILAHIAH DI DALAM AL-QUR’AN
PENDAPAT ULAMA TENTANG KEDUDUKAN BASMALAH
Ahmad Thib Raya UIN Jakarta
Jakarta-Matraman Dalam, 26 Maret 2022
Kita sering mendengar ada perdebatan ulama mengenai status dan hukum basmalah. Bahkan kita seringkali menyaksikan ada imam yang membaca basmalah pada saat membaca Al-Fatihah, dan ada pula yang tidak membacanya. Ada pula yang mengeraskan bacaannya dan ada pula yang tidak mengeraskannya. Untuk mengetahui status dan hukum yang terkait dengan basmalah ini akan dikemukakan secara rinci dalam kajian ini.
Bagaimana status (kedudukan) Basmalah di dalam Al-Qur’an? Apakah basmalah merupakan salah satu dari ayat-ayat Al-Qur’an? Ulama mengemukakan pandangan mereka tentang hal ini. Semua ulama sepakat menyatakan bahwa basmalah yang terdapat di dalam surat al-Naml [27]: 30, yaitu:
إِنَّهُۥ مِن سُلَيۡمَٰنَ وَإِنَّهُۥ بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ٣٠
30. Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Perbedaan pendapat mereka terletak pada basamalah yang terdapat pada surat Al-Fatihah dan basmalah yang terdapat pada awal setiap surah, apakah basmalah dalam dua tempat itu termasuk salah satu ayat dari ayat-ayat Al-Qur’an atau tidak? Dalam kaitan dengan itu, ada 3 pendapat ulama, sebagai berikut:
1. Golongan Syafi’iyyah (golongan ulama yang mengikuti pandangan Imam Syafi’i) berpendapat bahwa basmalah yang terdapat pada surat al-Fatihah dan pada setiap awal surat adalah ayat.
2. Golongan Malikiyyah (golongan ulama yang mengikuti pandangan Imam Malik) berpendapat bahwa basmalah di dalam surat Al-Fatihah dan pada setiap awal surat bukan ayat.
3. Golongan Hanafiyyah (golongan ulama yang mengikuti pandangan Imam Hanafi)berpendapat bahwa basmalah dalam setiap awal surat adalah ayat dari Al-Qur’an yang diturunkan untuk memisahkan surat-surat Al-Qur’an, sedangkan basmalah di dalam surat al-Fatihah bukanlah ayat.

sumber: facebook.com/ahmad.thibraya.12