Posted on
MUTIARA-MUTIARA ILAHIAH DI DALAM AL-QUR’AN
MUTIARA-MUTIARA DI DALAM KALIMAT BASMALAH
MAKNA KATA الله DI DALAM KALIMAT BASMALAH
Ahmad Thib Raya UIN Jakarta
Jakarta-Bintaro-Hotel Santika, Rabu, 23 Maret 2022
Kata الله yang terdapat di dalam Basmalah, di dalam Al-Qur’an maupun di dalam bahasa Arab adalah lafzhu al-jalālah (lafal (kata) yang agung). Ada beberapa pendapat ulama tentang hakikat dari kata الله itu. Ada yang berpendapat bahwa kata الله dilihat dari sisi bahasa adalah sebuah kata yang mendapat tambahan ال (alif dan lam). Kata dasarnya adalah إِلَهٌ yang berarti “suatu tuhan.” Dalam keadaan ini huruf “t” yang ada pada kata itu ditulis dengan huruf kecil, bukan huruf besar (kapital). Jamak dari kata ini adalah آلِهَةٌ, yang berarti “tuhan-tuhan.” Setelah ditambah ال pada kata إِلَهٌ, maka kata إِلَهٌ menjadi الله, yang berarti “Tuhan (itu)”. Yang dimaksud dengan Tuhan itu adalah Allah.
Pendapat ini dinilai oleh ulama yang lain tidak terlalu kuat karena argumen yang diberikan juga tidak kuat sehingga ulama lain tidak menyetujui kata الله diuraikan seperti itu. Tetapi, kata الله itu, menurut pendapat mereka, adalah nama dari sebuah Zat Yang Maha Suci, Yang Maha Esa, Yang Maha Tinggi dan Agung, wajib adanya, dan tidak bersekutu dengan sesuatu apa pun.
Perhatikanlah penggunaan kata إِلَهٌ dan kata الله dalam ungkapan atau kalimat tahlil sebagai berikut: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ yang berarti: “Tidak ada tuhan selain Allah.” Jadi kata الله adalah nama Tuhan.
Ibn Katsir, seorang pakar tafsir, berpendapat bahwa الله merupakan nama bagi Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Tinggi, yang memiliki segala sifat-sifat yang sempurna, seperti yang digambarkan di dalam Al-Qur’an, S. Al-Hasyr [59]: 23 yang menyatakan:
هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِي لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡمَلِكُ ٱلۡقُدُّوسُ ٱلسَّلَٰمُ ٱلۡمُؤۡمِنُ ٱلۡمُهَيۡمِنُ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡجَبَّارُ ٱلۡمُتَكَبِّرُۚ سُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشۡرِكُونَ ٢٣
“Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.”
Al-Qurthubi, juga pakar tafsir lainnya, menyatakan bahwa Allah itu adalah nama yang paling besar dari nama-nama Allah. Ia adalah nama bagi wujud yang maha benar, yang menghimpun segala sifat ketuhanan, yang tidak ada Tuhan selain Dia.
Dari sisi tanda baca dapat dikatakan bahwa kata اللهِ di dalam kalimat Basamalah itu dibaca dengan kasrah (berbunyi “i”) berstatus (berkedudukan) sebagai kata yang disandarkan oleh kata اسم yang terdapat sebelumnya. Dalam kajian ilmu bahasa Arab, hubungan antara kata اسم dan kata الله disebut idhāfah (disandarkan satu sama lain), yang menunjukkan arti milik atau kepunyaan”, sehingga اسم disebut mudhāf (kata yang disandarkan kepada kata الله dan الله disebut mudhāf ilaih, adalah kata yang disandari oleh kata اسم. Artinya adalah “Dengan nama Allah, nama (milik) Allah, nama (kepunyaan) Allah.” Seringkali kata بسم الله itu diartikan dengan “Dengan (menyebut) nama Allah.”
6

sumber: facebook.com/ahmad.thibraya.12