Posted on

MoeslimChoice. Sebagai ormas Islam tertua yang berdiri sejak era kolonialisme, Syarikat Islam (SI) selama ini berfokus pada dakwah ekonomi dan membangun kemandirian umat.

Kendati demikian, persyarikatan ini juga tidak melupakan problem sosial yang hidup dalam realitas umat sehari-hari.

Ketua Laznah Tanfidziyah Syarikat Islam, KH. Abdul Wahab Suneth mengatakan, republik Indonesia tidak bisa lepas dari andil Umat Islam. Sebab, kata dia, Republik indonesia adalah berasaskan berdasar ke-Tuhanan Yang Maha Esa dan Landasan itu lahir dari perjuangan dan tokoh2 umat islam yang mendirikan republik indonesia.

“Tanpa ulama dan umat islam indonesia tidak akan lahir negara kesatuan republik indonesia yang dicita-citakan dan diplopori pergerakan kaum serikat islam sejak 1905 dengan lahirnya Serikat Dagang Islam (SDI) adalah bentuk perlawanan terhadap diskriminasi,” jelas Abdul Wahab dalam Konferensi persnya pada acara Munas Syarikay Islam di Jakarta, Rabu (23/3).

Abdul Wahab juga mengatakan, bahaa Islam hadir di dunia ini sebagai Rahamatalilalamin. Dan itu adalah menjadi dasar dan tujuan Syarikat Islam.

“Islam hadir dimuka bumi sebagai ramatalilalamin menjadi dasar dan tujuan daripada serikat islam membebaskan segala penindasan dari bumi indonesia,” tandasnya.

Sebelumnya, Syarikat Islam (SI) menggelar musyawarah nasional (Munas) alim ulama di Jakarta, Senin (22/3). Sekjen SI, Ferry Joko Juliantono, mengatakan dalam munas tersebut organisasinya ingin membentuk desk anti-Islamfobia. Menurutnya, Islamfobia di dunia sudah mengakar. Terlebih, di negara-negara barat.

“Sementara, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan 15 Maret 2022 sebagai hari perlawanan terhadap phobia Islam, saya melihat umat Islam sendiri kurang menyambutnya dengan berbagai gerakan, yang menunjukkan bahwa agama ini bertolak-belakang dengan wajah yang selama ini dikembangkan orang-orang yang memusuhinya,” ujar Ferry di Jakarta, Senin (21/3) kemarin

sumber: moeslimchoice.com