Posted on
MUTIARA-MUTIARA ILAHIAH DI DALAM AL-QUR’AN
MUTIARA-MUTIARA DI DALAM KALIMAT BASMALAH
MAKNA اسم (ISM) YANG TERDAPAT DI DALAM BASMALAH
Ahmad Thib Raya UIN Jakarta
Jakarta-Bintaro-Hotel Santika, Selasa, 22 Maret 2022
Kata سْمِ, pada dasarnya memiliki alif sebelum kata سْمِ sehingga menjadi اسْمِ. Di dalam rangkaian basmalah di dalam Al-Qur’an, kata سْمِ memang harus ditulis demikian (tanpa alif), sehingga menjadi بِسْمِ. Di dalam kitab-kitab bahasa Arab dan dalam penggunaan sehari-hari kata سم ini harus ditulis dengan اسم (dengan alifnya) sehingga berbentuk بِاسْمِ, yang berarti “dengan nama.” Bentuk seperti ini juga dapat dilihat di dalam ungkapan: مَا اسْمُكَ؟, yang berarti “Siapa namamu.” Al-Qurthubi, salah seorang mufasir, mengatakan bahwa penggunaan kata سم tanpa alif, yang digunakan dengan بـ dalam بسم selalu digunakan seperti itu.
Sementara dalam kata yang lain, kata itu harus digunakan dengan alif, karena jarang digunakan seperti itu. Perhatikan bentuk kata itu dalam ayat: اقرأ باسم ربك الذي خلق, yang ditulis dengan alif.
Kata سم yang tanpa alif dan kata اسم yang ditulis dengan alif tetap mengandung makna yang sama, yaitu berarti “nama”. Kata ini adalah bentuk mufrad (tunggal). Jamaknya adalah أَسْمَاءٌ yang berarti “nama-nama”. Tidakkah kita sering menggunakan kata ini, seperti dalam ungkapan الأَسْمَاءُ الْحُسْنَى (nama-nama yang paling indah/baik).
Karena itulah, maka بِسْمِ dalam rangkaian kata basmalah itu tetap diartikan “Dengan nama”. Kata اسم sebelum dimasuki oleh kata بـ harus dibaca dengan اسمُ. Setelah dimasuki oleh kata بـ harus dibaca dengan kasrah (tanda baca “i”) sehingga berbunyi بسمِ.

sumber: facebook.com/ahmad.thibraya.12