Posted on
Ilmu Takkan Pernah Habis
Oleh: Ervan Taufiq
Barangsiapa yang meyakini bahwa ia telah
menguasai seluruh ilmu pengetahuan, maka sejatinya ia tidak mengenal dirinya sendiri.
Sungguh benarlah Allah yang berfirman dalam Kitab Suci-Nya,
                                    وَمَاۤ اُوۡتِيۡتُمۡ مِّنَ الۡعِلۡمِ اِلَّا قَلِيۡلًا
“Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.” (Al-Isra’: 85)
Sebab ilmu pengetahuan merupakan samudera tanpa tepi. Sungguh benarlah seorang penyair ketika berkata;
“Katakanlah kepada orang yang mengklaim bahwa ilmu adalah filsafat,
Boleh jadi Anda menguasai sesuatu, akan tetapi banyak hal yang tidak Anda ketahui”.
Ats-Tsa’labi berkata, “Tidak seorang pun yang menulis sesuatu pun hingga tidak tidur malam, kecuali ia ingin menambahkan sesuatu yang lain
padanya atau menguranginya. Ini baru dalam satu malam. Lalu bagaimana jika hal itu terjadi dalam beberapa tahun?”
AI-Ammad Al-lshfahani berkata, “sesungguhnya aku berkeyakinan bahwa tidak seorang pun yang menulis pada suatu hari, kecuali keesokan
harinya akan berkata, “|ika ini diubah begini, maka tentulah lebih baik,,
“Jika ditambahkan begini, maka tentunya lebih baik”. “Jika ini didahulukan,maka tentunya lebih elok”. “Jika ini dibiarkan seperti ini, maka tentunya lebih indah.”
Dan semua ini merupakan pelajaran terbaik dan menunjukkan bahwa kelemahan itu menguasai seluruh umat manusia.
Lemahnya manusia telah Allah SWT Firman kan dalam Al Qur’an:
                                          وَخُلِقَ الۡاِنۡسَانُ ضَعِيۡفًا‏
“Wa khuliqol insanu dho’ifa”
(manusia itu diciptakan sebagai makhluk yang lemah). QS An Nisa Ayat 28
Manusia adalah makhluk yang sangat lemah dari segala sisinya. Ilmunya sedikit, hartanya tidak ada apa-apanya dengan harta yang dimiliki oleh Allah swt., ilmunya juga begitu pula, kekuatan tubuhnya sama saja. Terus apa yang akan dibanggakan? kenapa kita sombong? tidak ada satupun hal yang bisa dijadikan sebagai alasan untuk membenarkan sifat sombong bersemayam dalam diri kita.
Sahabat, maka wajar dan pantas Rasulullah Saw memerintahkan umatnya untuk terus menuntut ilmu, bahkan menuntut ilmu diperintahkan sejak kita lahir sampai kita masuk liang lahat, hal ini sebagai sebuah pesan betapa luasnya ilmu dan betapa kerdilnya dan bodohnya kita. Menuntut ilmu tidak dibatasi oleh gelar akademik, menuntut ilmu tidak dibatasi oleh umurnya, menuntut ilmu pun tidak dibatasi oleh kemampuan.
Apalagi di zaman saat ini dimana teknologi informasi dan digital berkembang sangat pesat, menuntut ilmu semakin mudah, murah, terbuka lebar dan luas, sumber belajar pun semakin variatif dan beranekaragam. Tak patut dan tak layak kita merasa diri sudah cukup untuk belajar dan berhenti dari pengembaraan memupuk ilmu, karena perkembangan zaman yang terus Kedepan memacu kita untuk selalu berusaha menyesuaikan diri terhadap nya.
Untuk itu saya mengajak mari kita jaga dan pelihara semangat untuk terus menuntut ilmu, dalam upaya
                                  اِقۡرَاۡ بِاسۡمِ رَبِّكَ الَّذِىۡ خَلَقَ‌ۚ
Melaksanakan Firman Allah SWT diatas.
Tuntutlah apapun ilmunya yang penting muaranya menuju kepada Ketaqwaan kepada Allah SWT.
Semoga bermanfaat.
Tag: Majelis Ilmu
Bidang Media Dan Penggalangan Opini
PB Pemuda Muslimin Indonesia

sumber: pemudamuslim.org