Posted on

UNIVERSITAS Cahaya Bangsa (UCB) Banjarmasin siap bantu fasilitasi para anak petani yang ingin kuliah di UCB.

HAL tersebut disampaikan oleh Rektor UCB Dra. Hj. Sri Erliani, M.M., M.Kes., disela kegiatan Diesnatalis XX dan Wisuda Sarjana XVI lulusan Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat, di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Sabtu (19/3).

“Kita akan upayakan perkembangan UCB ke dengan mendirikan Fakultas Pertanian dengan adanya dukungan kerja sama dari Gerakan Tani Syarikat Islam (Gertasi) Kalsel, yakni memberikan prioritas kepada anak keluarga petani untuk bisa kuliah di UCB,” katanya.

Bahkan Ia menegaskan UCB siap fasilitasi beasiswa dengan hanya memberikan 40 persen dari pembayaran SPP khusus bagi anak para petani.

“Saya yakin, kampus UCB akan semakin berkembang dengan lahirnya Fakultas Pertanian,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Cahaya Bangsa Dr. Drs. H. Akhmad Murjani, M.Kes., S.H., M.H. berharap kepada lulusan kali ini agar bisa menjadi tenaga kesehatan kompeten dan profesional. Bahkan bisa meimplementasikan ilmu yang didapat di UCB ke masyarakat.

“Dalam situasi Covid-19 memang tidak mudah dalam memberikan materi ilmu, untuk itu kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk proses perkuliahan. Semoga lulusan kali berkompeten dibidangnya khususnya tenaga kesehatan,” ungkapnya.

Murjani mengatakan, dengan bekal ilmu yang didapat, semua lulusan diharapkan dapat mandiri dalam berkarir seperti membuka jasa pelayanan kesehatan, konsultan kesehatan dan lainnya.

“Kalau kita lihat prospek ke depan dengan disahkannya Undang-Undang Ibu Kota Negara, ini merupakan suatu peluang pekerjaan yang besar, khususnya SDM tenaga kesehatan yang menjadi prioritas,” bebernya.

Selain itu pihaknya juga beharap agar tenaga kesehatan ini perlu diperhatikan oleh semua pihak terkait, bukan hanya pemerintah saja, namun juga industri perusahaan dan lainnya, karena lulusannya bisa masuk ke semua sektor.

“Semoga ini dapat menjadi perhatian semua pihak, pasalnya dari rasio jumlah penduduk di Kalsel, keberadaan tenaga kesehatan masih minim dan perlu ditambah,” tukasnya.

sumber: jejakrekam.com