Posted on
Berinfaqlah Maka Allah Akan Berinfaq Kepadamu
Oleh: Ervan Taufiq
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” قَالَ اللَّهُ: أَنْفِقْ يَا ابْنَ آدَمَ، أُنْفِقْ عَلَيْكَ
Dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, berinfaklah wahai anak adam, (jika kamu berbuat demikian) Aku memberi infak kepada kalian”. (HR Al Bukhari 5352, Muslim 993)
Pelajaran yang terdapat dalam hadits :
1. Hadits di atas merupakan anjuran dan motivasi untuk rajin berinfak.
2. Allah menanggung kecukupan rezeki orang yang berinfak, karena barang siapa yang berinfaq maka akan mendapatkan balasan berupa infaq dari Allah ta’ala.
3. Hadits di atas memberikan penegasan bahwa tidak akan miskin orang yang berinfaq, akan tetapi justru sebaliknya ianya akan semakin dimudahkan rezekinya.
4. Jika seseorang menginginkan kebaikan di dunia maupun akhirat, maka Allah sudah memberi jalan, yakni rajinlah berinfaq di jalan Allah. Karena ianya ada dalam jaminan Allah ta’ala, berupa balasan secara khusus.
5. Semoga kita semua dimudahkan untuk semakin rajin untuk berinfaq di jalan Allah.
Tema hadits yang berkaitan dengan Al-Quran :
1. Siapa yang menginfakkan atau membelanjakan hartanya dalam kebaikan, Allah subhanahu wa ta’ala akan menggantinya di dunia. Kelak di akhirat juga disediakan pahala yang berlipat ganda. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
قُلۡ إِنَّ رَبِّي يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦ وَيَقۡدِرُ لَهُۥۚ وَمَآ أَنفَقۡتُم مِّن شَيۡءٍ فَهُوَ يُخۡلِفُهُۥۖ وَهُوَ خَيۡرُ ٱلرَّٰزِقِينَ
“Katakanlah (wahai Nabi), ‘Sesungguhnya Rabbku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi siapa yang dikehendaki-Nya.’ Dan apa saja yang kalian nafkahkan/infakkan maka Dia akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (Saba: 39)
Orang yang berinfak akan beroleh ganti di dunia. Di akhirat kelak mendapatkan ganjaran dan pahala, kata al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya. (Tafsir Ibni Katsir, 6/331)
2. Setiap infaq yang kita keluarkan, pasti akan diganti oleh Allah. Hadits di atas semakna dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ
“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya” (Qs Saba’ 39).
3. Tidak akan miskin orang dikarenakan infaq, yang ada adalah ianya ditakut-takuti oleh Syaithon tentang kemiskinan. Padahal karunia Allah sangatlah luas bagi orang-orang yang rajin berinfaq di jalan Allah. Allah Ta’ala berfirman:
الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلا وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat buruk (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” (Qs Al-Baqarah 268).
Ibnu Abbas radhiallahu anhuma berkata tentang ayat di atas,
“Dua hal dari Allah dan dua hal dari setan. Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kalian dengan kefakiran. Dia berkata, ‘Jangan engkau infakkan hartamu dan tahanlah karena engkau membutuhkannya.’ Dia juga menyuruh kalian berbuat fahisyah (kikir).
Sementara itu, Allah subhanahu wa ta’ala menjanjikan ampunan dari-Nya untuk kalian dari maksiat-maksiat yang dilakukan, dan berjanji memberikan karunia-Nya berupa keutamaan dalam hal rezeki.” (Tafsir ath-Thabari, 3/88, atsar no. 6167)
Tag: Majelis Ilmu
Bidang Media Dan Penggalangan Opini
PB Pemuda Muslimin Indonesia

sumber: pemudamuslim.org