Posted on

Direktur Lembaga Bantuan Hukum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (LBH PB SEMMI) Gurun Arisastra menanggapi soal polemik minyak goreng yang semakin meresahkan.

Ia meminta Presiden Joko Widodo alias Jokowi segera turun tangan dalam menindak Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.

Menurutnya, tindakan itu bisa berupa pencopotan jabatan kedua menteri tersebut, sebagai buntut adanya korban jiwa akibat kelangkaan minyak goreng.

“Kalau tidak mampu ini (minyak goreng, red) diselesaikan, Presiden Jokowi layak mereshufle Menko Perekonomian dan Menteri Perdagangan,” ujar Gurun dilansir dari GenPI.co, Rabu (17/3).

Gurun menjelaskan polemik minyak goreng yang memakan korban seharusnya tidak terjadi jika kedua menteri tersebut bisa bekerja serius.

Kelangkaan dan tingginya harga minyak goreng harus segera dikendalikan Pemerintah sebagai wujud pelaksanaan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan dan Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2015 Tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting.

Menurut dia, polemik minyak goreng hingga meningkatnya harga kebutuhan pokok harus terkendali, terutama jelang ramadan.

“Ini sudah mendekati puasa, jangan minyak goreng masih langka dan mahal. Jadi, jangan sampai terjadi antrean panjang sehingga menciptakan potensi jatuhnya korban lagi,” jelasnya.

Selain itu, Gurun berharap Presiden Jokowi serius menindak kedua menteri yang berseberangan dengan rakyat.

Sebab, Gurun menilai dua menteri Jokowi tersebut tidak acuh terhadap kepentingan rakyat yang kesulitan dalam polemik minyak goreng tersebut.

“Jadi, pemerintah harus segera kendalikan ini (polemik minyak goreng,red),” imbuhnya.

Seperti diketahui, seorang ibu di Samarinda, Kalimantan Timur meninggal dunia usai kelelahan mengantre minyak goreng, pada Selasa (15/3).

Ibu bernama Rita Riyani (49) itu meninggal dunia setelah mengantre berjam-jam di pusat grosir untuk mendapatkan minyak goreng.

sumber: wartaekonomi.co.id