Posted on

Sarekat Islam atau dikenal dengan istilah SI adalah organisasi Islam di Indonesia yang menentang adanya bentuk ketidakadilan di dalam sistem kolonialisme yang terjadi di Indonesia.

Mula dari Sarekat Islam ialah organisasi dagang Islam yang dinamakan Sarekat Dagang Islam (SDI) oleh K.H. Samanudi pada tanggal 16 Oktober. Kemudian berganti menjadi Sarekat Islam atau SI.

Salah satu gerakan Sarekat Islam di Indonesia adalah Sarekat Islam Semarang. Sarekat Islam Semarang atau SI Semarang merupakan gerakan yang berasal dari kelompok masyarakat yang tidak bisa lepaskan diri sendiri dari pengaruh masa lampau.

Pada tanggal 6 Mei 1917, Mohammad Joesef yang menjabat sebagai Presiden SI Semarang menyerahkan kekuasaan terhadap Semaoen.

Semula mayoritas anggota yang terdapat di dalam SI Semarang merupakan kaum kelas menengah dan pegawai negeri yang keluar dari SI Pusat. Namun setelah Semaoen berkuasa, mayoritas anggotanya berubah menjadi para kaum buruh dan kaum kecil.

Sejak SI Semarang telah mendapat badan hukum, para pengurus SI Semarang secara giat melakukan propaganda di tengah masyarakat yang ada di Jombang, Lemah Gempal, Kampung Melayu, Kampung Batik dan Genuk. Dengan melakukan propaganda di titik wilayah tersebut, para pengurus juga menerangkan bahwa SI Semarang bergerak sesuai Anggaran Dasar yang telah disahkan secara resmi.

Dibawah kekuasaan Semaoen, gerakan SI Semarang menjadi gerakan radikalisme dan menyebabkan reaksi yang keras dari pemerintah kolonial.

Pada awal tahun 1920 tepatnya tanggal 23 Mei, munculnya organisasi yang disebut Perserikatan Komunis Hinida dan hal tersebut menjadikan salah satu faktor perpecahan yang terjadi diantara tubuh SI secara umum.

Puncak dari perpecahan adalah adanya Kongres luar biasa Central Sarekat Islam di Surabaya pada tanggal 6-10 Oktober 1921.

Hasil akhir memutuskan bahwa Semaoen dan para anggota SI yang merangkap menjadi anggota Partai Komunis Indonesia atau PKI dikeluarkan dari Sarekat Islam.

Kemudian SI pecah menjadi dua yaitu:

SI Merah oleh Semaoen yang berlandaskan sosial-komunis.

Sedangkan SI Putih oleh Agus Salim yang berlandaskan kebangsaan dan keagaamaan religi Islam di Yogyakarta.

Soe Hok Gie, Di Bawah Lentera Merah, Yayasan Bentang Budaya, Yogyakarta, 1999.

Jack Pralay, Sarekat Islam dan Kiri di Semarang, Jurnal Sejarah, Universitas Negeri Semarang, academica.edu.

sumber: kompasiana.com/margarethayasti