Posted on
Oleh: Ervan Taufiq
Orang-orang yang mengelilingi diri Anda setiap hari memiliki pengaruh signifikan pada hidup Anda.
Pilihlah orang-orang di sekitar Anda dengan bijak karena mereka akan secara signifikan memengaruhi potensi Anda dan seberapa sukses Anda. Jika Anda mengelilingi diri Anda dengan orang-orang bijak yang mencoba untuk meningkatkan dan memperbaiki diri, kualitas-kualitas itu akan membantu mendorong Anda untuk menjadi lebih baik.
Di sisi lain, jika Anda bergaul dengan orang-orang yang terlibat dalam kebiasaan merusak diri sendiri, kebiasaan itu akan berdampak negatif pada Anda. Jauhkan dari orang-orang yang mencoba meremehkan ambisi Anda, terutama selama masa-masa yang belum pernah terjadi sebelumnya ini. Menurut Mark Twain, orang-orang kecil selalu melakukan itu, tetapi yang hebat membuat Anda merasa bahwa Anda juga bisa menjadi hebat.
Berada di sekitar orang-orang yang berpikiran sama akan membantu Anda mencapai tujuan Anda dan, dalam prosesnya, membantu Anda menjadi luar biasa.
Pertemanan adalah perkara muamalah yang turut dibahas dalam kajian Islam. Terdapat sejumlah ayat dan hadits yang menjelaskan tentang keutamaan pertemanan lengkap dengan kiat menjalaninya.
Allah Swt menghendaki hamba-Nya berteman dengan landasan iman dan takwa. Hal tersebut sangat utama, karena bisa membawa seseorang kepada jalan yang benar dan sebaliknya. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
“Seseorang tergantung pada agama teman dekatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat siapa yang dia jadikan sebagai teman dekat.”
Secara tersirat, hadits tersebut menganjurkan setiap Muslim untuk selektif dalam memilih teman. Tidak diperkenankan baginya untuk berteman dekat dengan seseorang yang jauh dari ajaran Allah SWT.
Pertemanan adalah perkara muamalah yang turut dibahas dalam kajian Islam. Terdapat sejumlah ayat dan hadits yang menjelaskan tentang keutamaan pertemanan lengkap dengan kiat menjalani
Allah Swt menghendaki hamba-Nya berteman dengan landasan iman dan takwa. Hal tersebut sangat utama, karena bisa membawa seseorang kepada jalan yang benar dan sebaliknya. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
“Seseorang tergantung pada agama teman dekatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat siapa yang dia jadikan sebagai teman dekat.”
Secara tersirat, hadits tersebut menganjurkan setiap Muslim untuk selektif dalam memilih teman. Tidak diperkenankan baginya untuk berteman dekat dengan seseorang yang jauh dari ajaran Allah SWT.
Bagaimana dengan kiat-kiat lainnya dalam memilih teman? Nah, berikut kumpulan hadits tentang memilih teman yang bisa Anda jadikan pedoman.
Rasulullah SAW Bersabda:
“Perumpamaan teman yang baik dan yang jahat adalah seperti orang yang membawa minyak wangi dan tukang pandai besi. Yang membawa minyak wangi, boleh jadi dia memberimu, atau kamu membeli daripadanya, atau paling tidak kamu mendapatkan harum semerbak daripadanya. Adapun tukang pandai besi, boleh jadi bajumu terbakar karenanya, atau kamu mendapatkan bau busuk daripadanya.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Secara tersirat, hadits tersebut menjelaskan tentang arti pertemanan bagi seseorang. Jika berteman dengan orang baik, seorang Muslim bisa menjadi baik. Namun, jika berteman dengan orang yang buruk, ia pun bisa ikut demikian.
Mengutip buku Aku Sudah Gede: Ngobrolin Pubertas Buat Remaja Islam, dari Ibnu Asakir, Rasullah SAW bersabda: “Hati-hati dengan teman yang jahat, karena sesungguhnya dengan kawan itu keadaanmu akan diketahui.”
Hadits tersebut mengingatkan umat Islam untuk berhati-hati dalam memilih teman. Karena teman bisa mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang.
Editor: SY
Bidang Media Dan Penggalangan Opini
PB Pemuda Muslimin Indonesia

sumber: pemudamuslim.org