Posted on
MUTIARA-MUTIARA ILAHIAH DI DALAM AL-QUR’AN
MUTIARA-MUTIARA DI DALAM KALIMAT A’UDZU BILLAH:
Ahmad Thib Raya UIN Jakarta
Jakarta-Matraman, Kamis, 10 Maret 2022
Selama ini mungkin kita tidak tahu parsis apa mutiara-mutiara ilahiah yang terdapat di dalam kalimat: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. Atau mungkin kita memandang remeh bacaan ini. Kalimat أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ adalah bacaan yang sangat pendek, yang hanya terdiri atas 6 kata, tetapi mutiara-mutiara ilahiah di dalamnya sangat banyak. Bacaan ini sangat familiar dengan kita karena selalu membacanya, apalagi ketika kita ingin membaca ayatt Al-Qur’an. Kita memulai membaca Al-Qur’an dengan memulainya dengan membaca Audzu billah terlebih dahulu.
Dengan kalimat atau bacaan Audzu billah, kita memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Setan itu menyandang sifat terkutuk dari Allah. Setan yang kita perlindungan kepada Allah itu bukanlah suatu makhluk tertentu, yang memiliki bentuk seperti manusia dan jin. Tetapi, setan adalah sifat jelek atau sifat buruk yang melekat pada diri manusia dan jin, yang senantiasa membisikkan ke dalam hati manusia dan mendorongnya untuk melakukan tindakan-tindakan kejahatan. Setan selalu mencari celah dan kesempatan untuk mengajak dan membawa manusia kepada kejahatan, di mana pun dan kapan pun. Oleh sebab itu, manusia harus selalu waspada dan hati-hati terhadap godaan setan itu. Dalam kaitan itu, Allah memerintahkan kepada manusia untuk melindungi dirinya kepada Allah swt dari godaan setan.
Ketika Anda membaca أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ pada hakikatnya Anda menyatakan kepada Allah: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.” Ketika Anda membaca kalimat ini pada hakikatnya Anda memohon perlindungan kepada Allah. Memohon perlindungan itu di dalam bahasa Arab disebut dengan istilah al-isti’azdah (الإستعاذة). Kata الإستعاذة adalah suatu bentuk dasar yang berasal dari kata kerja اسْتَعَاذَ – يَسْتَعِيْذُ- اِسْتِعَاذًا وَ اسْتِعَاذَةً. Kata kerja ini mengandung makna “memohon atau meminta perlindungan kepada Allah”. Permohonan pelindungan ini diperintahkan oleh Allah kepada orang-orang yang beriman agar terlindung dan terjaga dari godaan-godaan setan.
Ada dua format kalimat permohonan perlindungan yang dapat digunakan, yaitu sebagai berikut:
1. Format pertama yaitu أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk). Format yang ini adalah format yang sangat populer di kalangan kita. Format yang ini yang biasa kita baca ktika kita hendak membaca Al-Qur’an.
2. Ada format lain yang juga bisa digunakan, yaitu format أَعُوْذُ بِاللهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. Dalam format ini ditambahkan beberapa dua sifat Allah sebagai yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Makna dari format ini adalah: “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui dari setan yang terkutuk.”

sumber: facebook.com/ahmad.thibraya.12