Posted on
MUTIARA-MUTIARA ILAHIAH DI DALAM AL-QUR’AN
MUTIARA-MUTIARA DI DALAM SURAT AL-FATIHAH:
JUMLAH AYAT SURAT AL-FATIHAH
Ahmad Thib Raya UIN Jakarta
Bogor-Puncak-Pesona Alam Resort, Selasa, 8 Maret 2022
Para ulama sepakat menyatakan bahwa surat Al-Fatihah mempunyai 7 ayat, mulai dari بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ hingga وَلَا ٱلضَّآلِّينَ. Hal ini dapat kita lihat dalam berbagai mushaf Al-Qur’an yang memberikan nomor 1 pada بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ.
Meski demikian, ada pula ulama yang berpendapat bahwa surat Al-Fatihah memiliki 6 ayat dan ada pula yang menyatakan 8 ayat. Yang menyatakan 6 ayat adalah Husain bin Ja’fi. Pendapat ini menafikan بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ sebagai salah satu ayatnya. Yang menyatakan 8 ayat adalah Amar bin Ubaid. Ia tetap memasukkan بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ sebagai salah satu ayat, dan menjadikan “إِيَّاكَ نَعۡبُدُ” adalah salah satu ayat. Pendapat ini dapat dilihat di dalam “Abu al-Thayyib Shiddiq bin Hasan bin Ali al-Husaini al-Qanuji al-Bukhari, Fath al-Bayan fi Maqashid al-Qur’an, halaman. 27.”
Ulama berbeda pendapat tentang, “بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ”, yang terdapat pada surat al-Fatihah itu, apakah ia ayat atau bukan ayat. Ada 3 pendapat ulama mengenai hal ini, yaitu:
1. Pendapat Imam Syafi’i yang menyatakan bahwa Bismillah al-Rahman al-Rahim dalam surat Al-Fatihah itu adalah ayat, demikian pula dalam surat-surat yang lain. Salah satu dalil yang digunakan oleh Imam Syafi’i adalah hadis riwayat Tirmidzi dari Ibn Abbas:
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَفْتَتِحُ صَلاَتَهُ بِبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. (رواه الترمذي)
Dari Ibn Abbas, ia berkata. Rasulullah saw memulai salatnya dengan membaca بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ. (HR. Tirmidzi).
2. Pendapat Imam Malik yang menyatakan bahwa ia bukanlah ayat dari surat Al-Fatihah, dan bukan pula ayat dari surat-surat yang lain. Riwayat Muslim dari Anas:
عَنْ أَنَسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ يَفْتَتِحُونَ الْقِرَاءَةَ بِالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. (رواه مسلم)
Dari Anas bin Malik, ia berkata. Rasulullah saw, Abu Bakr, Umar, dan Usman memulai membaca dengan ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ. (HR Muslim).
3. Pendapat Abu Hanifah yang menyatakan bahwa ia adalah ayat dari Al-Qur’an yang diturunkan untuk memisahkan antara satu surat dengan surat yang lain, tetapi ia bukanlah ayat dari surat Al-Fatihah. Argumennya adalah bahwa penulisan بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ pada mushaf Al-Qur’an menunjukkan bahwa ia adalah Al-Qur’an, tetapi tidak menunjukkan bahwa ia adalah ayat dari setiap surat. Hadis-hadis yang menunjukkan tidak dibacanya بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ secara jahri di dalam salat merupakan bukti ia bukanlah ayat dari Al-Fatihah.

sumber: facebook.com/ahmad.thibraya.12