Posted on
TAUSIAH KEAGAMAAN
MENCINTAI AL-QUR’AN:
LANGKAN-LANGKAH MEMBUMIKAN AL-QUR’AN PADA ANAK-ANAK
Ahmad Thib Raya UIN Jakarta
Makassar-Hotel Claro, Selasa, 1 Maret 2022
Agar Al-Qur’an dapat menjadi petunjuk, rahmat, obat, dan pembeda antara yang benar (haq) dan yang bathil, maka Al-Qur’an harus dibumikan. Yang dimaksud dengan dibumikan adalah Al-Qur’an harus dijadikan sebagai pedoman hidup, yang harus diamalkan, menjadi tuntunan dalam segala perilaku dan tindakan. Agar kita dapat bertindak sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an, maka Al-Qur’an dibumikan melalu 6 langkah, yaitu: 1) Al-Qur’an harus diyakini (diimani) sebagai kitab suci dari Allah swt. 2) Al-Qur’an harus dipelajari. 3) Al-Qur’an harus dibaca. 4) Al-Qur’an harus dipahami. 5) Al-Qur’an harus dikaji, dan 6) Al-Qur’an harus diamalkan
Keenam langkah itu harus dilakukan secara bertahap, tidak mungkin dapat dilakukan sekaligus. Kepada anak-anak usia dini, yang paling penting untuk diperkenalkan lebih dahulu adalah 4 langkah yang pertama, yaitu keyakinan akan kesucian Al-Qur’an, perlunya Al-Qur’an dipelajari, perlunya Al-Qur’an dibaca, dan perlunya Al-Qur’an dipahami.
Al-Qur’an harus diperkenalkan kepada mereka sebagai kitab suci, dengan menyatakan bahwa: 1) Al-Qur’an adalah suci, karena berasal dari Yang Maha Suci. 2) Karena ia suci, maka Al-Qur’an harus dimuliakan. Di antara cara-cara memuliakan Al-Qur’an adalah (a) membacanya dalam keadaan suci, (b) menyentuhnya dalam keadaan suci, dan (c) menempatkannya di tempat yang suci.
AL-QUR’AN HARUS DIPELAJARI/DIAJARKAN. Untuk mengenalkan kepada mereka ayat-ayat Al-Qur’an, maka perlu dilakukan upaya-upaya yang sesuai dengan kemampuan mereka, seperti yang ditampilkan dalam berbagai kitab/buku tentang metode membaca Al-Qur’an, seperti Iqra’. Di antara langkah-langkah yang perlu dilakukan ialah: 1) Mengajarkan ayat-ayat yang sangat pendek kepada mereka dengan cara menghafalkannya. Misalnya, Audzu billah min al-syaithan al-rajim dan Bismillah al-Rahman al-Rahim. 2) Mengajarkan dan menghafalkan surat-surat pendek, seperti S.Al-Ikhlash, dan S. Al-Kautsar. 3) Mengajarkan dan menghafalkan surat-surat yang agak panjang, seperti S. Al-Ashr, S. Al-Fatihah, S. Al-Falaq, dan S. Al-Nas. 4) Lalu mengajarkan/menghafalkan surat-surat yang lebih panjang lagi, dst.
AL-QUR’AN HARUS DIBACA. Yang dimaksud ialah bahwa: 1) Bacaan-bacaan Al-Qur’an yang benar harus diperkenalkan kepada anak-anak secara dini, terutama bacaan-bacaan/bunyi-bunyi huruf yang tidak terdapat di dalam bahasa Indonesia, seperti ta, sa, ha, da, za, dan ka. 2) Mengenalkan kepada mereka tanda-tanda baca, seperti tanda baca pendek dan tanda baca panjang. Tanda baca panjang tidak dikenal dalam bahasa Indonesia. 3) Mengenalkan bacaan-bacaan yang benar dalam kaitan dengan tajwid yang sederhana. 4) Menegaskan agar Al-Qur’an selalu dibaca.
AL-QUR’AN HARUS DIPAHAMI. Langkah-langkah yang dilakukan ialah: 1) Mengenalkan maksud-maksud umum yang terdapat di dalam ayat-ayat yang sudah dihafal. 2) Mengenalkan makna, isi dan kandungan dari ayat-ayat pendek yang sudah dihafal secara bertahap, mulai dari arti-arti kata, hingga arti-arti kalimat atau ayat yang agak panjang. 3) Mengenalkan makna-makna ayat atau surat-surat pendek, lalu yang panjang.

sumber: facebook.com/ahmad.thibraya.12